RASAKAN baru KATAKAN

Ke ACEH ??? masa ? waduh ngeri banget!!!aceh gitu loch…

Itulah yang terlintas dalam benakku begitu mendapat SMS dari guruku, ibuku sekaligus temanku. Jane Freyana, beliau salah seorang tokoh keperawatan yang telah banyak berjasa dalam membentuk insan-insan keperawatan.

Saat itu saya sedang menjadi fasilitator mahasiswa S1 keperawatan yang sedang diskusi kelompok. Tiba-tiba handphone ku bergetar,waktu diintip…ada SMS…saya keluar kelas dan saya baca…” alo chayank..lagi sibuk ga ???kira-kira klo harus kasih training /TOT ke Aceh siap kan ?kasih kabar secepatnya ya…supaya saya bisa kasih jawaban ke Aceh dan mereka akan kontak langsung…OK ?”

Jantungku langsung berdetak lebih kencang..tangan dan kaki rasanya lemas sekali ( lebay….kata anak-anak sekarang ).Tapi itulah yang saya rasakan..waduh ke Aceh ?Meulaboh ?serem banget ?aman ga ya di sana ?gimana klo tertembak ?katanya di Aceh ga aman ?klo ada tsunami lagi gimana ?…..berbagai macam pertanyaan keluar dari benak saya….saat saya cerita pada teman bahwa saya akan ke Aceh, dia mengatakan bila saya tidak menggunakan jilbab saya akan ditangkap polisi…waduh tambah gentar nih ….

Sebenarnya sejak terjadi tsunami saya ingin sekali untuk datang ke Aceh, tapi kenapa saat sekarang saya diberi kesempatan, saya menjadi ragu ? Banyak informasi negatif tentang Aceh yang saya dapatkan yang membuat saya menjadi tambah bingung…. 

Jam 7 malam…handphone berbunyi…ternyata dokter penanggung jawab TOT Aceh yang menelepon, terjadi perbincangan yang cukup panjang dan akhirnya saya menyetujui untuk menjadi narasumber TOT di Aceh. Saya semakin yakin dengan keputusan saya setelah saya didukung oleh kedua anak saya.

Hari Minggu jam 01.35 saya dijemput travel untuk berangkat ke bandara Sukarno Hatta, sepanjang jalan saya tidak pernah berhenti berdoa, karena saya benar-benar tegang sekali. Sesampai di Medan, untuk sampai ke Meulaboh saya harus ganti pesawat yang lebih kecil.  Stresor yang cukup besar untuk saya karena saya takut akan ketinggian. Tetapi….saat saya berada di atas, dari jendela pesawat saya melihat keagungan dan kebesaran Tuhan yang sungguh LUAR BIASA…biasanya saya melihat pemandangan alam yang hijau dan menakjubkan hanya di lukisan atau foto di kalender atau di TV. Pada saat saya melihat semua keindahan itu, saya betul-betul bersyukur pada Tuhan karena saya diberi kesempatan seperti itu. Tiba-tiba saya teringat pada waktu Aceh dilanda tsunami, saya sangat berharap bahwa saya mendapat kesempatan untuk membantu  mereka, ternyata kesempatan itu baru saya dapatkan sekarang. Rasa takut dan khawatir saya hilang semua.

Saat saya berada di atas pantai meulaboh, terlihat pantai amat sangat indah sekali, pesawat mendarat tidak jauh dari pantai,begitu keluar dari pesawat saya disambut oleh udara panas yang cukup menyengat, namun keramahan orang-orang yang menyambut saya, membuat saya tidak terlalu merasakan panasnya udara tersebut.

Ternyata kegiatan TOT tersebut dilaksanakan bukan di Meulaboh tetapi di Nagan Raya yang membutuhkan waktu 2 jam lagi untuk sampai di sana. Sampai di Puskesmas nagan Raya,para peserta TOT sudah menunggu dan acara pun segera dimulai.

TOT berlangsung selama satu minggu dan selama saya tinggal di Meulaboh, saya mendapatkan banyak teman yang sangat ramah dan baik hati, saya mempunyai keluarga baru, sehingga pada saat saya harus kembali pulang, rasanya berat sekali untuk meninggalkan mereka.

Saat dalam pesawat menuju Jakarta, saya kembali bersyukur pada Tuhan dan saya juga meminta maaf karena saat saya mendengar kata Aceh, saya sudah mempunyai pikiran negatif tentang Aceh. Ternyata setelah saya seminggu berada di sana dan saya berteman dengan mereka semua ketakutan dan pikiran-pikiran negatif tentang Aceh SAMASEKALI TIDAK BENAR… 

Karena itu saya menuliskan semua ini untuk mengingatkan kembali kepada teman-teman bahwa sebaiknya kita baru dapat menilai sesuatu itu positif atau negatif apabila kita sudah melihat sendiri atau sudah mengalaminya sendiri. Jangan terlalu mudah percaya pada berita-berita atau informasi-informasi yang kita dengar / baca. Rasakan dulu baru katakan.

Kupersembahkan tuk Ibu Jane dan semua teman-teman di meulaboh dan Bireun, serta orangtua baruku di Meulaboh.

Leave a Comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.